Menurut Wahyusumidjo (1994:87) menjelaskan bahwa komitmen pemimpin merupakan sikap batin, janji seorang pemimpin untuk mewujudkan tugas dan perannya sebagai seorang pemimpin untuk mencapai tujuan yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi. Komitmen pemimpin dapat dikatakan bagaimana pemimpin menjalankan perannya untuk mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan tertentu.Peranan berarti menjawab apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya (Rostyaningsih dan Djumiarti, 2010:9).

peranan pemimpin dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Peran pengambilan keputusan, yaitu pemimpin memiliki kewenangan mengambil keputusan yang berarti memutuskan apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilakukan.

2. Peran memengaruhi, yaitu pemimpin harus dapat memberikan pengaruh kepada bawahannya.

3. Peran memotivasi, yaitu berkaitan dengan pemberian dorongan kepada bawahan untuk bekerja lebih giat.

4. Peran pemimpin dengan menempatkan diri sebagai penuntun.

Hubungan dedikasi dalam kepemimpinan lebih berarti mengkhususkan diri berdasarkan janji hati untuk membawa kepemimpinan mencapai tujuan tertingginya, yaitu keberhasilan. Dalam kaitan dengan kepemimpinan, pertama-tama, pemimpin dan orang yang dipimpin harus memiliki komitmen yang tinggi kepada yang dipercayai, yang diyakini sebagai sumber keberhasilan. 

Seorang pemimpin harus mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, juga harus memiliki kesadaran akan kerjasama. Kepemimpinan adalah kemauan untuk mengendalikan peristiwa, memahami pemetaan suatu rencana, dan kekuatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, bekerja sama, serta menggunakan keterampilan dan kemauan orang lain. Sebagai pemimpin tentunya juga harus menerapkan semboyan dari Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutu wuri handayani. Yang memiliki arti ing ngarso sung tuladha berarti yang di depan memberi contoh, ing madya mangun karsa berarti yang di tengan memberi semangat, dan tut wuri handayani berarti yang dibelakang memberi dorongan. Menjadi seorang pemimpin tentunya bukan perkara yang mudah karena tidak semua orang mampu untuk menjadi seorang pemimpin.

Komitmen dalam seorang pemimpin itu merupakan sebuah sikap batin, janji seorang pemimpin untuk mewujudkan tugas dan perannya sebagai seorang pemimpin untuk mencapai tujuan yang sejalan dengan nilai-nilai dalam sebuah organisasi. Karena pemimpin merupakan ujung tombak keberhasilan organisasi, maka pemimpin harus mempunyai komitmen dalam mengatur dan mengarahkan segala kegiatan organisasi dan juga harus tertanam dalam dirinya sifat melayani, memiliki rasa kasih sayang dan perhatian pada mereka yang dipimpinnya agar dapaqt memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Ketika kita menjadi seorang guru tentunya kita sudah menjadi seorang pemimpin. Komitmen guru dalam membimbing merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan setiap guru dalam rangka keberhasilan guru melaksanakan tugas di sekolah. Adapun aspek yang dilihat dari komitmen guru dalam membimbing adalah kepedulian dalam membimbing, tanggung jawab dalam membimbing dan loyalitas dalam membimbing.

 

Daftar pustaka:

Istiqomah, I., & Djumiarti, T. (2016). Komitmen Pemimpin dalam Mengembangkan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 5(2), 988-1003.

Komentar